Jembatan Comal Rusak, Pengelola Rumah Makan Ini Mengaku Diuntungkan

Home » » Jembatan Comal Rusak, Pengelola Rumah Makan Ini Mengaku Diuntungkan
Jembatan Comal Rusak, Pengelola Rumah Makan Ini Mengaku DiuntungkanPEKALONGAN – Tersendatnya jalur transportasi di wilayah Pekalongan dan sekitarnya karena rusaknya Jembatan Comal yang ada di Kabupaten Pemalang ternyata tidak membuat semua pelaku usaha di daerah sekitar mengalami kerugian. Bahkan sebagian dari mereka mengaku diuntungkan dengan kemacetan yang terjadi akibat perbaikan Jembatan Comal.
Seorang pengelola rumah makan di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Joko (44), mengaku malah diuntungkan dengan rusaknya Jembatan Comal. Kemacetan yang terjadi membuat tempat dagangannya laris manis.
" Warung makan saya malah penuh saat jembatan Comal ditutup, maupun saat macet. Sebab yang mau ke Jakarta jenuh macet, putar balik ke rumah makan saya, baru melanjutkan perjalanan," kata Joko, baru-bari ini.

Saking ramainya, pernah dia kehabisan stok menu makanan saat terjadinya kemacetan tersebut.  Selain itu, pakaian batik yang dipajangnya di rumah makan juga ludes diserbu pembeli. Sehingga menurutnya kerusakan tidak berdampak baginya."Pendapatan dari pakaian batik sekitar Rp7juta-9juta. Kalau dari rumah makannya sekitar Rp 4juta - Rp 7juta," katanya.

Hal senada dikatakan Pengelola Hotel Istana, Kota Pekalongan, Didik Bintoro, hampir seluruh kamarnya diserbu pengunjung. Meskipun sebelum lebaran Comal sempat ditutup. “Kamar kami tetap laku dan nyaris penuh malahan. Apalagi saat arus balik, kondisi macet, sehingga pemudik memilih beristirahat," katanya.

Dikatakan, dari total 47 kamar yang tersedia, hanya sekitar dua kamar saja yang tersisa. Padahal dia sudah menaikkan harga sewa kamar tersebut." 98% dari 47 kamar yang kami sediakan terbeli. Padahal kami pakai harga publish, bukan corporate, yakni Rp350ribu/hari," ujarnya
.
Share this article :