Peran Karang Taruna Belum Terlihat

Home » » Peran Karang Taruna Belum Terlihat
PEKALONGAN – Karang Taruna yang seharusnya menjadi garda depan pembangunan kelurahan maupun tingkat kota, sepertinya belum terlihat. Karena itu, organisasi kepemudaan itu harus bangkit, guna ikut serta dalam pembangunan.
Asisten II Sekda Kota Pekalongan, Sri Wahyuni SH dalam acara halal bi halal catur pilar di gedung Aswaja, Rabu (20/8) menyampaikan, bahwa catur pilar Kota Pekalongan yang terdiri dari BKM, LPM, Kelurahan serta TP PKK, saat ini sudah berkembang semakin baik dengan berbagai pembangunan yang dilakukan. Sayangnya, masih ada kekurangan dari peran pemuda dalam pembangunan  melalui Karang Taruna.
“Sejauh ini peran catur pilar sudah sangat bagus dengan kebijakan Pemkot. Namun untuk Karang Taruna masih perlu didorong, karena anak-anak muda ini memang perlu disemangati,”ucapnya.
Sri wahyuni Yang juga sebagai ketua panitia acara tersebut mengatakan, sesuai regulasi perda no 5 tahun 2010 mengenai lembaga kemasyarakatan kelurahan bahwa keberadaan empat pilar atau catur pilar ini menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari koordinasi yang baik antar lembaga dengan Pemkot Pekalongan.
“Harapannya kedepan untuk catur pilar agar bisa brsinergi dan bermitra semakin baik dengan Pemkot Pekalongan  di tingkat paling bawah untuk membangun masyarakat menjadi masyarakat madani,”harapnya.
Walikota Pekalongan dr H M Ahmad Basyir dalam sambutannya, mengatakan bahwa nyawa pembangunan Kota Pekalongan adalah catur pilar. Adanya otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah pusat harus mampu diterjemahkan dengan baik oleh masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik.
“Catur Pilar memegang peranan penting dalam pemabngunan, Anggaran 6% dari APBD untuk LPM, BKM tidak boleh diturunkan kalau bisa dinaikkan hingga 10%. Karena itu adalah uang rakyat biar rakyat yang menikmati,”pungkasnya.
.
Share this article :